Jangan Salah, Ketahui Jenis Oli untuk Genset Diesel

Ketika Anda membeli genset diesel, Anda juga perlu tahu bagaimana cara merawatnya. Salah satu bentuk perawatan genset adalah dengan mengganti olinya secara berkala. Untuk itu, Anda perlu tahu juga jenis oli untuk genset diesel.

Genset diesel ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan genset bensin. Oleh karena itu, harga oli genset per liter ini juga agak berbeda.

Karakteristik Genset Diesel

Sebelum mengetahui oli mesin diesel, Anda perlu terlebih dahulu untuk tahu karakteristik dari genset diesel ini.

  • Kapasitasnya secara umum berkisar 5000 watt hingga 2.000.000 megawatt.
  • Cara kerja mesinnya dengan mengkompresi udara untuk melakukan pembakaran pada bahan bakar.
  • Tidak ada berbagai campuran udara serta bahan bakar di luar silindernya.
  • Torsinya lebih besar.
  • Suara yang dihasilkan lebih bising.
  • Harga lebih mahal.

Dengan berbagai karakteristik yang melekat pada genset diesel, konsekuensinya adalah biaya perawatan yang cenderung lebih murah. Biaya perawatannya maksimal bisa sampai 50% lebih irit ketimbang genset bensin. Meskipun demikian, Anda juga perlu tahu merawatnya dengan benar.

Memilih Oli Genset Diesel

Setelah Anda mengetahui karakteristik yang berbeda antara genset diesel dan bensin, Anda juga perlu tahu bahwa cara perawatannya juga berbeda. Salah satunya, cara menentukan oli untuk proses ganti olinya.

Ketika Anda berbelanja oli, Anda harus pastikan dulu bahwa oli yang Anda beli memang diperuntukan untuk mesin diesel. Lantas, bagaimana menentukan bahwa oli itu memang untuk mesin diesel?

  1. Anda bawa dan perhatikan dulu kemasan olinya.
  2. Cek kode yang ada pada bagian kemasan.
  3. Kode untuk oli diesel ditandai dengan kode huruf awalan C. Misalnya API CA, CD, dan yang berawalan C lainnya. Namun ada juga oli yang bisa digunakan oleh mesin bensin dan diesel sekaligus, yakni yang berkode SN/CF.

Jenis Oli Genset Diesel

Umumnya, oli yang beredar dipasaran untuk genset, adalah oli yang bisa juga digunakan oleh kendaraan-kendaraan yang menggunakan mesin diesel. Sehingga Anda pasti akan mudah untuk mencarinya.

Artikel Terkait : Sewa Genset di Pekanbaru

Namun, yang juga harus Anda ketahui, adalah fakta bahwa kekentalan oli mesin diesel juga berbeda-beda. Ada setidaknya 3 jenis oli diesel yang beredar di pasaran berdasarkan tingkat dari kekentalan olinya.

Perbedaan jenis oli ini bisa dilihat dari label SAE yang terletak di kemasan oli diesel. SAE sendiri artinya adalah Society of Automotive Engineers. Di belakang label SAE, Anda bisa menemukan kode-kode angka yang menunjukan kekentalan dari oli.

 

Kode Oli

Adapun semakin tinggi angka pada kode, menunjukan olinya semakin kental. Sementara semakin rendah, maka semakin cair. Apa saja kode-kode yang dimaksud?

SAE 5W – 40

Oli diesel dengan jenis ini hanya bisa Anda gunakan untuk mesin yang menggunakan sistem common rail. Yakni mesin yang melakukan proses penyaluran bahan bakarnya menuju injektor dengan memanfaatkan jalur atau rail.

SAE  5W – 30

Jenis oli dengan tipe kode yang satu ini bisa digunakan pada dua jenis mesin sekaligus.  Yakni mesin dengan sistem bensin dan sistem diesel sekaligus.

SAE 10W – 40

Kode jenis ini lebih kental lagi. Anda mungkin bisa mempertimbangkan oli yang juga digunakan oleh mobil-mobil mewah seperti Toyota Fortuner ini.

SAE 15W – 40

Oli dengan kekentalan pada kode ini umumnya yang paling cocok untuk digunakan pada mesin genset diesel. Anda bisa gunakan untuk genset Anda.

Nah, demikianlah jenis oli untuk genset diesel yang beredar di pasaran.