5 Beda Genset 1 Phase dan 3 Phase Yang Jarang Diketahui

Banyak istilah yang dikenal dalam dunia genset. Salah satu yang sering membuat bingung adalah phase dari sebuah genset. Diantaranya adalah 1 phase dan 3 phase, keduanya punya beda signifikan. Sayangnya masih banyak yang kurang paham beda genset 1 phase dan 3 phase tersebut. Berikut ini penjelasan lengkapnya!

Artikel Terkait : Sewa Genset Pekanbaru

Genset 1 phase menghasilkan tegangan dari dua kutub saling bertolak belakang, yaitu N tanpa arus dan L berarus. Sedangkan genset 3 phase menghasilkan arus dari dua kutub yang masing-masing punya tegangan.

Perbedaan Genset 1 Phase dan 3 Phase

Bagi yang masih kurang paham soal perbedaan dua kategori genset ini, lima hal penting berikut bisa membuat Anda lebih memahaminya.

Tegangan Hasil

Untuk genset kategori 1 phase tegangan yang dihasilkan adalah 220 Volt dalam setiap satu kali proses kerjanya.

Bedanya dengan generator 3 phase adalah bisa menghasilkan tegangan lebih tinggi yaitu 380 volt. Hal ini diukur pada titik antara dua kutub yang berinteraksi untuk menghasilkan arus listrik.

Jenis Kabel

Perbedaan generator 1 phase dan 3 phase selanjutnya adalah, pada jenis 1 phase hanya terdapat dua kabel yang dimanfaatkan. Pertama kabel netral dan kedua kabel phase.

Ketika dilakukan pengetesan tegangan, kedua kabel ini memiliki tegangan yang berbeda-beda.

Pada jenis 3 phase ada empat kabel yang berfungsi maksimal, yaitu kabel phase 1, 2,3, dan kabel netral.

Nilai tegangan dari masing-masing kabel phase juga berbeda, penyebabnya adalah gelombang sinus yang bergerak di dalamnya.

Biasanya beda tegangan dipengaruhi sudut phase, yang biasanya berbeda hingga 120 derajat untuk tiap kabel phasenya.

Nilai Cos Phi

Pada generator 1 phase nilai cos phinya adalah satu, alhasil daya nyata dengan daya aktif yang dikeluarkan memiliki besaran yang sama. Beda dengan phase 3 dimana cos phi berada pada angka di bawah satu.

Hal itu disebabkan tiga daya yang dihasilkan, yaitu daya aktif, nyata dan reaktif dengan nilai yang berbeda-beda.

Pada umumnya cos phi 3 phase ini berkisar 0,8 sehingga daya yang bisa dipakai hanya berkisar 80 persen dari total daya yang dihasilkan.

Penggunaan

Penggunaan genset 1 phase adalah untuk kebutuhan rumahan, diantaranya untuk menghidupkan televisi, AC, lampu dan lainnya. Hal itu tak lepas dari prinsip kerjanya yang lebih sederhana.

Sedangkan genset 3 phase digunakan untuk kebutuhan lebih luas, seperti pada kantor, pabrik, dan penggunaan skala besar lainnya. Alasannya karena prinsip kerja generator 3 phase lebih rumit dan arus yang dihasilkan lebih besar.

Penghematan

Penggunaan 1 phase dinilai lebih boros karena jumlah kawat untuk menghantarkan listrik atau konduktor lebih besar. Sedangkan phase 3 lebih irit 75 persen ketimbang phase 1 makanya biaya pembelian material kawat akan lebih hemat.

Tips Memilih Genset 1 Phase dan 3 Phase

Untuk memilih genset kategori 1 phase Anda perlu mempertimbangkan kebutuhan daya yang diinginkan. Harga generator 1 phase yang biasanya sesuai dengan kapasitas arus yang dihasilkan.

Misalnya Anda butuh genset untuk menghidupkan kulkas dan AC, maka pilih yang dayanya sesuai dengan kebutuhan tersebut. Pastikan juga genset berada pada frekuensi yang sama dengan PLN yaitu 50 Hz.

Sama halnya jika Anda memilih genset 3 phase, juga butuh kepastian daya yang dibutuhkan, tapi juga dimana akan ditempatkan. Biasanya genset ini ukurannya lebih besar sehingga butuh tempat khusus agar tetap berfungsi dengan baik, perawatan mudah dilakukan.

Semoga informasi di atas membantu Anda untuk memahami beda genset 1 phase dan 3 phase, jadi ketika membutuhkan genset bisa memilih yang benar-benar tepat sesuai kebutuhan. Agar genset bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk jangka waktu lama.