4 Karakteristik dan Fungsi Alternator Pada Genset

Dari sekian banyak komponen yang terdapat pada sebuah genset, alternator merupakan salah satu yang punya peranan penting. Tapi tidak banyak yang tahu karakter dan fungsi alternator pada genset tersebut.

Kebanyakan orang lebih familiar dengan istilah generator, padahal keduanya jauh berbeda.

Alternator merupakan komponen genset yang disebut genhead, komponen ini letaknya pada berdampingan dengan mesin.

Kinerjanya sangat berhubungan dengan kondisi mesin, bahan bakar, dan pengaturan tegangan yang akan dialirkan keluar generator.

Karakteristik Alternator

Ketika dibandingkan dengan generator, bisa terlihat bahwa banyak perbedaan antara apa itu alternator dan generator.

Walaupun sama-sama berperan pada cara kerja genset yang benar. Alternator punya beberapa karakter yang bertolak belakang dengan generator, diantaranya adalah:

  • Kumparan Pada Pembangkit

Alternator memiliki kumparan pembangkit yang bersifat diam ketika komponen tersebut bekerja. Kumparan ini terdiri dari berbagai elemen yang bertugas memaksimalkan proses menghasilkan listrik.

  • Kumparan Pada Medan

Beda dengan kumparan pembangkit, pada medan alternator memiliki kumparan yang bergerak dengan jenis gerakan berputar.

  • Produksi Arus

Ada regulasi yang harus dipenuhi sebelum alternator genset menghasilkan listrik, hal ini menyebabkan proses terbentuknya arus listrik lebih lama pada alternator jika dibandingkan generator.

Regulasi ini dimulai saat energi mekanik masuk ke dalam alternator, hingga keluar menjadi energi listrik.

  • Tegangan Listrik

Alternator mampu menghasilkan tegangan listrik stabil mulai dari perputaran kumparan skala rendah.

  • Tempat

Untuk memaksimalkan kinerjanya, alternator membutuhkan tempat yang cukup luas. sehingga semua komponennya bisa bekerja dengan baik.

Fungsi Alternator

Beberapa fungsi alternator genset juga terkadang diabaikan oleh pengguna. Sama halnya dengan fungsi genset, untuk menghasilkan listrik dengan bantuan berbagai komponen.  Jika komponen ini tidak bisa bekerja maksimal, dampaknya tentu akan sangat buruk pada kinerja genset itu sendiri. Lantas apa saja fungsinya?

  • Energi Mekanik Jadi Listrik

Fungsi paling utamanya adalah mengubah energi mekanik yang dihasilkan oleh sebuah mesin, menjadi energi listrik yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Pada genset, energi mekanik dihasilkan oleh mesin utama kemudian masuk pada bagian alternator yang disambut komponen di dalamnya.

Ada stator yang fungsinya memangkas energi mekanik yang masuk, terutama saat alternator sedang bergerak memutar.

Kemudian rotor yang akan mengubah energi  mekanik tersebut jadi medan magnet yang kemudian akan menghasilkan arus listrik. Tugas rotor cukup panjang, mulai dari fungsi pada tahap induksi, magnetik, dan exciter.

  • Sumber Listrik Mesin Otomotif

Apa fungsi alternator pada genset selanjutnya? Yaitu bisa menjadi sumber dari daya listrik yang dibutuhkan pada mesin otomotif, mulai dari kendaraan roda dua hingga alat berat.

Hanya saja kapasitas dan jenis alternator yang digunakan berbeda-beda sesuai kebutuhan. Makin besar kapasitas mesin, maka alternator yang digunakan juga semakin maksimal.

  • Menghasilkan Listrik Pada Pembangkit Listrik Tertentu

Alternator juga berfungsi untuk menghasilkan listrik pada berbagai jenis pembangkit, tapi untuk memaksimalkan fungsi tersebut dia akan dibantu turbin khusus.

Kolaborasi antara alternator dan turbin itulah yang kemudian menjadi cikal bakal terciptanya listrik, sesuai harapan.

  • Menghasilkan daya listrik pada aki

Semakin besar beban yang dihasilkan sebuah mesin kendaraan, maka dibutuhkan alternator yang semakin maksimal untuk menghasilkan daya listrik pada aki. Agar aki bisa bekerja dengan lebih maksimal.

Demikianlah hal-hal penting seputar karakteristik dan fungsi alternator pada genset. Bagi para pemula yang baru akan menggunakan genset, informasi ini tentu sangat penting sebagai panduan ketika menggunakannya nanti.